Unsur-unsur Rumah Mediterania yang Bisa Dipakai Pada Rumah Minimalis

Di tengah maraknya rumah bertipe minimalis, rumah dengan arsitektur Mediterania masih tetap menjadi idaman bagi penggemar rumah klasik. Walaupun rumah model Mediterania tidak sebooming tahun 1990-an di mana model rumah ala negeri-negeri di sekitar laut Mediterania ini merajai model rumah di Indonesia.

Belakangan muncul upaya memadukan model rumah minimalis dan Mediterania, meski secara konsep pemikiran kedua model ini memiliki perbedaan yang khas. Rumah konsep minimalis, baik interior maupun eksteriornya mengutamakan efektivitas ruangan, kerapihan, dan meminimalisir dekorasi rumit atau ukiran. Sebab konsep minimalis diterapkan untuk mensiasati keterbatasan ruang.

Pada rumah Mediterania justru sebaliknya, ornamen-ornamen rumit tak bisa dikesampingkan begitu saja. Faktor keindahan dan kemewahan dari bentuk bangunan harus ditonjolkan. Ukiran-ukiran klasik, keramik dengan motif mozaik, pilar-pilar, serambi sampai ketebalan tembok sangat diperhitungkan. Sehingga pembangunan rumah model Mediterania lebih membutuhkan lahan yang luas dengan halaman yang juga luas.

Namun upaya mengawinkan kedua model arsitektur tersebut bukanlah pelanggaran. Ada unsur-unsur dari masing-masing konsep yang bisa diterapkan satu sama lain. Misalnya, keberadaan tiang atau pilar yang menjadi unsur wajib pada konsep Mediterania, bisa diterapkan pada rumah minimalis yang tentunya dalam praktiknya dilakukan penyesuaian-penyesuaian sehingga hasilnya menjadi lebih minimalis.

Berikut ini adalah unsur-unsur penting dari rumah dengan arsitektur Mediterania yang mungkin sekali untuk diterapkan pada konsep minimalis:

Warna

Menurut Santi Widhiasih dalam dokumen “Sejarah Singkat Arsitektur Mediterania” (2015), pada awalnya bangunan bergaya arsitektur Mediterania, memiliki citra polos dan sederhana. Ada yang menyebut bangunan asal Spanyol ini berwajah bleak and blare, kemudian terpengaruh warna-warna cerah Karibia. Kesan hangat bahkan panas akhirnya dihadirkan pula pada dinding bangunan dengan gaya arsitektur Mediterania ini. Permainan warna menghadirkan perbedaan pada rumah kalangan atas (yang cenderung memilih warna-warna pastel) dan kalangan bawah (yang lebih berani bermain-main dengan komposisi warna).

Dari penjelasan Santi Widhiasih tentang warna pada rumah dengan arsitektur Mediterania, dapat dilihat persamaannya dengan rumah minimalis yang menekankan kesederhanaan. Rumah minimalis banyak memainkan warna-warna yang sederhana seperti putih dan krem, meskipun ada warna-warna lain yang dipakai sebagai corak dekorasinya yang simpel.

Mengutip dekoruma.com, gaya arsitektur rumah Mediterania aslinya berasal dari kawasan Mediterania. Kawasan Mediterania yang memiliki kondisi di mana intensitas terpaan angin yang cukup tinggi membuat bangunan rumah Mediterania memiliki karakter struktur yang tinggi dan menonjol.

Pengaruh dari kondisi geografis ini juga tercermin dari komposisi warna dari gaya arsitektur rumah Mediterania yang umumnya menggunakan warna-warna seperti putih, coklat pasir, biru dan hijau langit serta warna laut. Warna-warna yang cenderung pucat dan lembut ini terinspirasi dari kondisi alam dari kawasan Mediterania.

Selain terpengaruh oleh kebudayaan Yunani, gaya arsitektur rumah Mediterania juga terpengaruh oleh kebudayaan Spanyol. Hal ini bisa dilihat dari penggunaan warna-warna coklat kemerahan dan kuning pucat pada gaya arsitektur rumah Mediterania yang melambangkan kondisi geografis Spanyol yang bergurun pada area Selatan.

Serambi atau Portico

Ciri khas rumah Mediterania yang paling mudah terlihat ialah keberadaan serambi atau portico. Biasanya serambi menonjol di muka rumah dan disangga dua tiang yang berbentuk bulat maupun persegi. Serambi menempel dengan muka rumah.
Menurut Santi Widhiasih, rumah Mediterania memilki sejumlah bentuk kolom dan penyangga (pier). “Kolom pendukung yang sering digunakan adalah kolom yang terbuat dari batubata, sebagai bagian dari kolonade biasanya mengelilingi patio, kolom satu dengan yang lain dihubungkan dengan balok berbentuk semi sirkular (arches) dilengkapi dengan mahkota dan alas kolom sederhana.”

Kolom dan pilar juga bisa dipasang di sisi kanan dan kiri jendela maupun pintu rumah Mediterania. Sehingga rumah ini terlihat kokoh dan elegan. Pilar juga berfungsi sebagai penyangga kontruksi bangunan atau penyangga atap. Fungsi pilar ini tak jauh berbeda dengan desain rumah lainnya, termasuk rumah minimalis, namun yang membedakannya adalah keunikan dan desainnya.

Teras

Teras menjadi elemen penting untuk berbagai tipe rumah. Teras juga menjadi unsur penting rumah bergaya Mediterania yang biasa dibangun di bagian depan, tengah, maupun belakang rumah. Ukuran teras biasanya luas, dipadukan dengan taman, kolam dan air mancur. Teras dibuat dari material keramik dengan motif berbeda-beda sesuai dengan kekhasan negeri-negeri Mediterania seperti Spanyol, Italia, Yunani, dan lainnya.

Atap

Atap rumah Mediterania memiliki bentuk beragam, tetapi biasanya mengacu pada bentuk pelana kuda, datar, perisai, maupun jengki. Ada pula atap dengan desain bulat. Biasanya desain ini dipakai untuk bagian atap tertinggi, di bawahnya memakai desain segitiga maupun pelana kuda.

Umumnya material yang dipakai sama, yakni genteng dari tanah liat berwarna cokelat kemerahan. Genteng dianggap cocok untuk negeri dengan iklim panas, karena akan menahan panas sinar matahari sehingga tidak membuat ruangan gerah.

Material Dinding dan Lantai

Material bangunan untuk rumah Mediterania tidak jauh berbeda dengan bahan material rumah umumnya. Namun ada beberapa elemen yang khas seperti lantai yang biasanya memakai ubin terakota atau batu granit atau alam. Dari material alam ini akan muncul suasana dan hawa sejuk pada ruangan. Batuan alam tersebut juga mampu menyerap panas. Warna lantai yang dipilih mencirikan arsitektur Mediterania.

Sedangkan dinding terbuat dari batu bata tanah liat. Dinding yang dibikin tebal ini akan melindungi rumah dari cuaca panas maupun hujan. Tekstur dinding biasanya lebih kasar dan terkesan alami.

Sejumlah unsur yang menonjol pada model arsitektur mediterania tersebut, ada peluang untuk dilakukan modifikasi pada rumah tipe lainnya, termasuk rumah minimalis. Adanya unsur mediterania pada rumah minimalis akan menambah daya artistik yang bikin nyaman penghuninya.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *